
DOK, sebulan lagi saya akan melahirkan dan ingin dilakukan secara normal. Tapi saya paling takut mengejan. Soalnya waktu Kakak saya melahirkan, pembuluh darah matanya pecah karena salah mengejan. Saya jadi trauma.
Saya mau tanya, kesalahan apa yang mungkin terjadi saat mengejan dan apa dampaknya? Adakah tip mengejan yang aman? Terima kasih.
Nuala Wulandari - Bali
Jawab
dr. Cindy Rani Wirasti, SpOG dari RS Royal Taruma menjelaskan, mengejan baru boleh dilakukan setelah pembukaan lengkap - mulut rahim mencapai berkisar 10 cm. Ikutilah komando dari dokter kandungan atau bidan. Setelah bukaan 10 dan kepala bayi sudah terlihat di pintu lahir, Moms diijinkan mengejan. Pada saat terjadi kontraksi, Moms akan diberi perintah untuk mengejan guna menambah daya dorong.
Jangan mengejan sebelum bukaan 10 sebab mulut rahim akan mengalami pembengkakan. Akibatnya proses pembukaan terhambat dan berujung pada lamanya proses persalinan. Begitu tiba waktu untuk mengejan yang sesungguhnya, Moms malah sudah kehabisan tenaga karena kelelahan.
Kesalahan saat mengejan
Saat mengejan pada persalinan normal, diharapkan si ibu memiliki cukup tenaga dan bisa bernapas dengan baik. Sayangnya, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi saat mengejan:
Berteriak
Menyalurkan emosi dan rasa sakit boleh, namun tak perlu berteriak. Selain tenaga akan terbuang percuma, juga dapat membuat Anda tak jelas mendengar instruksi dokter. Teriak juga menyebabkan tenggorokan kering, memicu batuk, serak, dan membuat suasana jadi panik dan tegang.
Solusinya, bila terasa sakit, lemaskan otot. Tarik napas panjang dan hembuskan perlahan. Lakukan berulang hingga tubuh dan pikiran Moms rileks.
Menutup mata
Dengan memejamkan mata, otomatis terjadi pula tekanan pada mata. Ditambah ketegangan saat mengejan, akibatnya pembuluh darah di selaput bola mata pun pecah. Seketika mata akan memerah, namun akan sembuh dalam beberapa hari.
Jadi, saat mengejan bukalah mata, arahkan pandangan ke arah perut.
Mengangkat pantat atau panggul
Melakukan hal itu dapat membuat robekan perineum (daerah antara vagina dan anus) lebih lebar sehingga memerlukan lebih banyak jahitan. Solusinya, lemaskan panggul saat mulai mengejan.
Mengejan sebelum diperintah dokter
Akibatnya pola mengejan menjadi tidak teratur, tenaga terbuang percuma dan jalan lahir membengkak sehingga nantinya bisa menyulitkan proses penjahitan.
Solusinya, jika Anda sudah tak tahan ingin mengejan - sementara pembukaan belum lengkap dan belum diinstrusikan dokter - lakukan pernapasan panting (pendek-pendek dan cepat).
Teknik pernapasan ini juga dilakukan di sela-sela mengejan, dan untuk menghilangkan lelah sesudah mengejan. Dengan mengejan efektif, hanya dibutuhkan kurang dari lima kali mengejan untuk melahirkan seorang bayi.
Bernapas tak teratur
Biasanya terjadi akibat dari kepanikan BuMil saat mulai mengejan ataupun karena pola mengejan yang tidak teratur. Padahal, bernapas teratur bermanfaat mengurangi rasa sakit dan menjadi sumber tenaga saat mengejan. Solusi, pelajari teknik bernapas di kelas senam hamil atau video persalinan.
Menahan mengejan
Beberapa bumil sengaja menahan diri untuk mengejan karena mengkhawatirkan feses akan ikut keluar dari anus. Solusinya, agar hal tersebut tak terjadi, kosongkan usus selama 24 jam sebelum persalinan, baik secara alamiah atau melalui rangsangan.
Tip mengejan aman
1. Bernapaslah dengan baik dan teratur, sesuaikan ritmenya dengan aba-aba dokter. Jangan terburu-buru ataupun panik!
2. Saat kontraksi dirasa mulai menguat, barulah Moms mengejan. Manfaatnya untuk menambah tenaga hingga memudahkan Moms saat mengejan dan memaksimalkan proses mendorong bayi untuk keluar.
3. Berkonsentrasilah! Pikiran harus santai, jangan tegang atau panik agar bisa berkonsentrasi. Bila tidak, bisa-bisa rasa sakit saat bersalin terasa berlipat ganda.
4. Perhatikan arah mengejan. Arah mengejan harus tepat. Caranya: tarik napas, tahan, lalu kemudian mulai mengejan. Arah mengejannya ke arah dubur seperti halnya saat buang air besar. Pasalnya di sanalah peran otot-otot dasar panggul berfungsi untuk mendorong. Jangan sampai salah, kalau tarikannya ke arah leher maka leher akan mengalami pembengkakan. Bila tarikannya ke arah perut, maka perut akan menjadi kembung.
5. Biarkan mata terbuka! Selain menghindari agar pembuluh darah di sekitar mata tidak pecah, dengan mata yang terbuka Moms dapat melihat gerak-gerik dokter, utamanya saat memberikan aba-aba. Anda dapat mengontrol apakah tahap-tahap yang telah dilakukan sudah sesuai dengan instruksi yang diarahkan dokter.
Senin, 11 Juli 2011
6 Kesalahan Mengejan Saat Mau Melahirkan
Beberapa Alasan Anda Tak Boleh Memukul Anak

Di 29 negara, kekerasan terhadap anak yang dilakukan orang dewasa adalah sebuah perbuatan melanggar hukum. Di 113 negara, sekolah juga dilarang memberikan hukuman dengan memukul.
Meskipun saat ini sudah jarang terjadi, tetap masih ada saja orangtua yang memukul jika anaknya membuat kesal. Padahal tindakan itu sebaiknya dihindari karena bisa berefek buruk pada anak.
Dikutip dari Natural Growth, Dr. Peter Newell, koordinator organisasi End of Punidshment of Children mengatakan, semua orang berhak mendapat perlindungan atas kebebasan fisik mereka, anak-anak termasuk orang yang berhak itu. Selama beberapa tahun terakhir ini pun, cukup banyak psikolog dan sosiolog yang merekomendasikan agar orangtua tidak memukul saat anak melakukan hal yang tidak baik atau mengesalkan.
Berikut ini 8 alasan kenapa Anda sebaiknya tidak memukul anak:
1. Memukul anak malah mengajarkan mereka untuk menjadi orang yang suka memukul. Cukup banyak penelitian yang menunjukkan bahwa anak yang sering dipukul memiliki perilaku agresif dan menyimpang saat mereka remaja dan dewasa.
Anak-anak secara alami belajar bagaimana harus bersikap melalui pengamatan dan meniru orangtua mereka. Makanya jika Anda suka memukul, saat dewasa nanti, mereka pun akan menganggap apa yang Anda lakukan itu memang boleh dilakoni.
2. Anak-anak berperilaku tidak baik biasanya karena orangtuanya atau orang yang mengasuhnya melupakan kebutuhannya. Kebutuhan itu di antaranya, tidur yang cukup, makanan bernutrisi, udara segar dan kebebasan mengeksperikan diri untuk bereksplorasi.
Orangtua terkadang melupakan kebutuhan anak tersebut karena terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri. Ditambah lagi stres yang melanda membuat orangtua jadi cepat emosi saat anak mulai menunjukkan sikap tidak baiknya.
Sangat tidak adil jika akhirnya si anak dipukul hanya karena sikap tidak baiknya yang awalnya sebenarnya adalah kesalahan orangtua.
3. Hukuman malah membuat anak tidak belajar bagaimana seharusnya menyelesaikan konflik dengan cara yang efektif dan lebih manusiawi. Anak yang dihukum jadi memendam perasaan marah dan dendam. Anak yang dipukul orangtuanya pun jadi tidak bisa belajar bagaimana menghadapi situasi yang serupa di masa depan.
4. Hukuman untuk anak dengan kekerasan bisa mengganggu ikatan antara orangtua dan anak. Ikatan yang kuat seharusnya didasari atas cinta dan saling menghargai.
Jika Anda memukul anak, dan si anak kemudian menuruti perkataan Anda, apa yang dilakukannya itu hanya karena dia takut. Sikap itu pun tidak akan bertahan lama karena pada akhirnya anak akan memberontak lagi.
5. Anak yang mudah marah dan frustasi tidaklah terbentuk dari dalam dirinya. Kemarahan tersebut sudah terakumulasi sejak lama, sejak orangtuanya mulai memberinya hukuman dengan kekerasan.
Hukuman itu memang pada awalnya sukses membuat anak bersikap baik. Namun, saat si anak beranjak remaja dan menjadi dewasa, hukuman itu malah menjadi buah simalakama.
6. Anak yang dipukul di bagian sensitifnya, bisa membuat anak mengasosiasikan hal itu antara rasa sakit dan kenikmatan seksual. Pemikiran tersebut akan berdampak buruk, terutama jika anak tidak mendapat banyak perhatian dari orangtuanya, kecuali hanya saat dihukum.
Anak yang mengalami hal tersebut akan tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri. Mereka percaya, mereka tidak layak mendapatkan hal yang lebih baik.
7. Hukuman fisik bisa membuat anak menangkap pesan yang salah yaitu 'tindakan itu dibenarkan'. Mereka merasa memukul orang lain yang lebih kecil dari mereka dan kurang memiliki kekuatan, memang boleh.
Saat dewasa, anak ini akan tumbuh menjadi orang yang kurang memiliki kasih sayang pada orang lain dan takut pada orang yang lebih kuat dari mereka.
8. Berkaca dari orangtuanya yang suka memukul, anak belajar kalau memukul merupakan cara yang bisa dilakukan untuk mengeksperikan perasaan dan menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, sungguh memukul anak bukanlah cara yang tepat untuk mendidik mereka atau membuat mereka jadi orang yang lebih baik.
Mitos & Fakta Tentang Ukuran Penis

Jakarta - Ada begitu banyak iklan membesarkan penis yang beredar, mulai dari yang alami sampai dengan obat-obatan. Benarkah cara itu efektif?
Dr. Sheldon Marks, seorang dokter ahli kanker prostat, memberkan yang sebenarnya tentang keefketifan obat membesarkan penis. Ia mengungkapkan hal ini karena tidak tahan dengan begitu banyaknya iklan tentang cara membesarkan penis yang belakangan ini semakin marak.
Menurut sang dokter, tidak ada penelitian ilmiah di balik iklan yang menawarkan mampu membesarkan penis dengan cepat itu. Seluruh iklan tersebut menurutnya benar-benar hanya promosi belaka, tanpa adanya bukti nyata.
Dr. Sheldon mengatakan lagi, bukan salah pria, jika mereka sangat mudah tergoda dengan iklan membesarkan penis. "Karena pria merasa, pria dengan penis besar bisa membuat istri lebih bahagia," ujarnya seperti dikutip WebMD.
Padahal apa yang ada di pikiran pria itu, tidak sepenuhnya benar. Ukuran penis saat tidak ereksi tidak ada kaitannya dengan ukuran saat sudah ereksi. "Pria yang berpenis kecil saat belum ereksi, penisnya bisa jadi cukup besar ketika ereksi. Sedangkan pria yang penisnya sudah cukup besar, saat ereksi perubahannya tidak terlalu signifikan. Ukuran normal penis saat ereksi adalah 10-15 cm." jelas dokter yang sudah berpengalaman selama 20 tahun itu.
Seorang pakar lainnya, Drs. Kevan Wylie dari Porterback Clinic and Royal Hallamshire Hospital di Sheffield, Inggris, membeberkan hasil temuannya soal penis. Menurutnya kebanyakan produk membesarkan penis sebenarnya hanyalah memberikan efek psikologis.
Menurut Wylie, memang ada beberapa prosedur kedokteran yang bisa membesarkan penis yaitu melalui operasi. Prosesnya yaitu dengan pemisahan ligamen pada penis hingga memasukkan lemak ke dalam penis untuk memperbesar lingkaran penis.
"Meski cukup banyak informasi yang beredar soal kesuksesan membesarkan penis dengan operasi ini, tetap saja tidak ada data penunjangnya dari pasien kalau mereka puas dengan prosedur tersebut," tutur Wylie.
Wylie mengungkapkan sebenarnya ada cara kuno yang memang bisa dilakukan untuk membesarkan penis. Namun cara ini sangat tidak nyaman dan menyakitkan. Salah satunya adalah yang dilakukan orang Topamina di Brazil. Pria-pria di sana membesarkan penis mereka dengan gigitan ular. Bisa ular dipercaya dapat membesarkan penis selama enam bulan. Ada yang berani mencoba? heheheee...... itu terserah anda !!!
Empat Tanda Dia Bukan Pasangan yang Tepat
Tak ingin salah pilih pasangan? Coba perhatikan tanda-tanda si dia, pantaskah ia jadi pendamping?
Berikut 4 tanda yang dikutip dari Sheknows, bahwa si dia bukanlah pilihan yang tepat.
1. Tidak memikirkan Anda
Dia hanya memikirkan dirinya dan masalahnya. Bahkan terkadang, keadaan Anda tak ia pikirkan. Yang penting adalah dirinya seorang. Ini berarti, dia tak mencintai Anda sama sekali.
2. 'Menyembunyikan' Anda
Dia tak berusaha mengenalkan Anda pada lingkungan sosialnya. Jangankan mengenalkan pada keluarga, kepada teman dan sahabatnya saja, ia tak pernah membicarakan Anda. Hubungan Anda seakan disembunyikan. Hal ini adalah tanda dia tidak serius.
3. Dia suka menggoda
Si dia suka menggoda orang lain bahkan ketika di depan Anda. Ia tak memikirkan perasaan Anda saat itu dan sibuk dengan dirinya sendiri.
4. Tidak berbagi
Pasangan yang baik adalah yang saling berbagi. Ikatan Anda dan pasangan akan semakin kuat. Sebaliknya, jika dalam suatu hubungan, baik Anda maupun pasangan tak pernah saling berbagi dan tukar pikiran, maka dapat dipastikan, pondasi hubungan yang dijalankan tidak akan kuat. Sehingga sia-sia saja hubungan itu diteruskan.
Jika empat tanda di atas ada di pasangan Anda, sebaiknya tinjau ulang hubungan tersebut. Jangan sampai Anda menaruh hati pada orang yang salah.