GEMPA bumi berkekuatan sembilan skala Richter disertai tsunami 11 Maret lalu membawa kesengsaraan dan kepedihan serta pekerjaan rumah bagi pemerintah dan rakyat Jepang namun bencana dahsyat itu semakin menyatukan mereka. Lihat Fhotonya DISINI
Pemerintah pusat dan prefektur (provinsi) bersama berbagai organisasi nirlaba, perusahaan, dan perorangan di Jepang bahu-membahu membantu para korban menata kembali kehidupan mereka serta memulihkan dan merekonstruksi daerah-daerah yang rusak.
Dalam hitungan bulan, sarana dan prasarana umum maupun strategis di berbagai tempat di daerah-daerah bencana, seperti jaringan komunikasi dan bahkan Bandar Udara Internasional Sendai yang sempat rusak berat akibat gempa bumi dan tsunami yang dilukiskan perdana menteri Jepang sebagai "krisis terberat dan tersulit" setelah Perang Dunia II itu telah pulih.
Di kota Sendai yang merupakan pusat ekonomi, industri dan budaya di wilayah timur laut Jepang misalnya, berbagai kegiatan bisnis, lalu-lintas, dan berbagai aktivitas warga lainnya memenuhi denyut kehidupan kota modern nan hijau ini kendati masih ditemui sejumlah bangunan yang mengalami keretakan akibat gempa tujuh bulan silam itu.
Bahkan sebagai pintu masuk utama lewat udara untuk wilayah Tohoku, Bandara Internasional Sendai yang sempat lumpuh total akibat terjangan tsunami yang datang dari arah pantai itu kini sudah sepenuhnya pulih.
Pejabat Sendai Airport Terminal Building Co.Ltd, Junichi Ishimori, mengatakan, tsunami setinggi sekitar 10 meter menerjang landasan pacu dan gedung terminal Bandara dengan membawa aneka benda, termasuk 2.000 mobil yang ada di areal parkir Bandara.
Namun, berkat usaha rekonstruksi yang keras, kompleks Bandara dapat dengan cepat dipulihkan dan pada 13 April 2011, rute domestik Maskapai Penerbangan Japan Airline dan All Nippon Airline telah pun kembali dilayani, katanya.
"Setelah 19 Juli 2011, Japan Airline sudah melayani enam penerbangan domestik sehari dan All Nippon Airline 15 penerbangan domestik. Bahkan, penerbangan internasional pertama setelah bencana juga sudah dimulai pada 23 Juni," katanya.
Ketika itu, sebanyak 120 orang terbang ke Spanyol dengan pesawat carter Hi Fly Airlines. Sejak 25 Juli, frekuensi penerbangan domestik sudah kembali ke posisi sebelum bencana, yakni 41 kali penerbangan domestik per hari, katanya.
Menurut Junichi Ishimori, rute penerbangan domestik itu meliputi masing-masing 13 penerbangan ke Osaka dan Sapporo, enam penerbangan ke Nagoya, empat penerbangan ke Fukuoka, dua penerbangan ke Narita, serta masing-masing satu penerbangan ke Komatsu, Hiroshima, dan Okinawa.
Kecepatan upaya pemulihan berbagai infrastruktur strategis dan pemberian bantuan bagi para korban di zona bencana juga ditunjukkan oleh peran sektor swasta Jepang, seperti Softbank dan Yamato Transport Co.Ltd.
Softbank yang merupakan salah satu dari tiga perusahaan jasa telepon selular utama di Jepang disamping NTT dan KDDI ini misalnya mampu memulihkan jaringan telekomunikasinya yang sempat rusak akibat bencana, khususnya di Frefektur Miyagi, Iwate, dan Fukushima, hanya dalam waktu 34 hari.
Kahumas Softbank, Takeaki Nukii, mengatakan, pihaknya tidak hanya berhasil memulihkan konektivitas jaringannya dalam waktu yang relatif singkat (13 Maret-14 April 2011) tetapi juga meluncurkan proyek dana kemanusiaan serta mengirim 1.229 orang stafnya ke berbagai zona bencana sebagai sukarelawan.
Pemimpin (CEO) Softbank Masayoshi Son juga ikut aktif mendukung kegiatan kemanusiaan bagi para korban dengan menggugah publik lewat media sosial Twitter.
CEO keturunan Korea-Jepang kelahiran Tosu, Frefektur Saga, 11 Agustus 1957 ini mendengarkan masukan sekitar 1,4 juta orang pengikutnya di Twitter dan menjadikannya basis pengambilan 34 keputusan misi kemanusiaan perusahaannya, kata Takeaki Nukii.
Gempa dan tsunami yang telah menyebabkan kerugian sebesar 23 miliar yen bagi perusahaannya yang kini memiliki 27 juta orang pelanggan ini tidak hanya telah semakin menyatukan rakyat Jepang tetapi juga memberikan pelajaran berharga, katanya.
"Untuk mengamankan konektivitas jaringan kami di daerah bencana, kami perlu membangun dan memperkuat jaringan tahan bencana, mengembangkan dan mengadopsi berbagai solusi guna menjaga keberlangsungan jaringan, serta melatih organisasi kami agar mampu bertindak lebih cepat saat bencana datang," katanya.
Perusahaan jasa pengiriman parsel Yamato Transport Co.Ltd juga berhasil memulihkan jaringan operasinya di kawasan Tohoku yang sempat terganggu akibat bencana hanya dalam waktu 10 hari.
"Akibat bencana sebanyak 17 dari 269 kantor pemasaran kami di kawasan Tohoku hancur dan sekitar enam persen jaringan kami terganggu," kata Kahumas Yamato Holdings Co.Ltd, Akihiro Katagiri.
Butuh 10 tahun
Namun dalam waktu 10 hari setelah gempa, operasi jasa pengiriman barang Yamato Transport dapat dipulihkan. "Kini hanya empat kantor kami yang masih tutup karena lokasinya berada di dekat PLTN Fukushima (Daiichi)," katanya.
Untuk mendukung kelancaran pengiriman logistik ke daerah-daerah bencana, pihaknya mengerahkan 200 mobil perusahaan dan 500 orang spesialis logistik yang bekerja bersama berbagai pihak terkait, termasuk pasukan keamanan Jepang, katanya.
Banyak hal yang telah dicapai dalam tujuh bulan terakhir ini namun, untuk membangun kembali kehidupan sosio-ekonomi rakyat di seluruh wilayah bencana sesuai dengan standar Jepang sebagai negara industri maju yang mapan, diperlukan waktu 10 tahun.
Seperti terungkap dalam perbincangan dengan Konselor Sekretariat Markas Pusat Rekonstruksi untuk Bencana 11 Maret 2011, Yoshio Ando, di Tokyo baru-baru ini, program pemulihan dan rekonstruksi semua daerah bencana tidak hanya memerlukan masa 10 tahun tetapi juga dana sebesar 23 trilyun yen.
Sejak bencana yang menewaskan 15.782 orang dan menyebabkan hilangnya 4.086 orang lainnya itu terjadi, hingga akhir Oktober 2011, total anggaran tambahan yang sudah disepakati Diet (Parlemen Jepang) mencapai 6,14 trilyun yen, katanya.
"Anggaran tambahan ketiga sebesar 12,1 trilyun yen (yang diajukan pemerintah) masih dibahas di Diet," kata Yoshio Ando kepada wartawan dari 10 negara Asia di Tokyo, 25 Oktober lalu.
Sejak awal bencana ini terjadi, pemerintah dan parlemen tampak mampu berjalan seiring dan memandang masalah pemulihan dan rekonstruksi sebagai isu yang jauh melampaui kepentingan politik kelompok.
"Kondisi demikian itulah yang senantiasa menjadi harapan rakyat Jepang," katanya menjawab pertanyaan ANTARA pada pertemuan dengan wartawan Asia yang berlangsung di kantornya terkait dengan isu rekonstruksi dalam dinamika politik domestik Jepang.
Yoshio Ando mengatakan, dari total nilai anggaran tambahan ketiga yang telah diajukan pemerintah ke Diet sebesar 12,1 trilyun yen itu, sebanyak 11,63 trilyun yen di antaranya akan dialokasikan untuk keperluan rekonstruksi.
Dari total anggaran tambahan ketiga itu, sebanyak 1,6 trilyun yen di antaranya akan dialokasikan sebagai hibah bagi pemerintah daerah; 1,5 trilyun yen sebagai hibah untuk merespons bencana; 355,8 miliar yen untuk rekonstruksi dari "eksiden nuklir" dan 355,8 miliar yen untuk memperkuat pencegahan bencana di seluruh negeri.
Seterusnya sebanyak 1,4 trilyun yen akan dialokasikan untuk mendukung berbagai proyek tambahan pembangunan infrastruktur publik; 386 miliar yen untuk membersihkan seluruh sisa kehancuran dan sampah bencana dan 671,6 miliar yen untuk pinjaman bagi berbagai pihak yang terkena dampak bencana.
Sebanyak 94,1 miliar yen akan digunakan untuk mendanai misi penanganan bencana dan 2,4 trilyun yen sisanya akan dialokasikan untuk membiayai berbagai pengeluaran lain yang terkait dengan bencana seperti pemberian subsidi bagi penempatan perusahaan dan industri di Jepang, penciptaan lapangan kerja, merekonstruksi sektor perikanan, pertanian dan kehutanan serta pembangunan jejaring informasi tahan gempa, katanya.
Kondisi tidak mudah
Kondisi di lapangan akibat bencana yang merusak empat dari enam reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi serta 300 pelabuhan dan 23.600 hektar lahan pertanian di berbagai wilayah itu tidaklah mudah.
Masyarakat Palang Merah Jepang (JRCS) mencatat, akibat "eksiden nuklir" di PLTN Fukushima Daiici itu, hampir 400 ribu warga yang tinggal di antara radius 20 dan 30 kilometer dari PLTN itu terpaksa dievakuasi untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan.
Gempa bumi di kedalaman 24 kilometer dengan episentrum 120 kilometer dari pantai timurlaut Jepang yang diikuti tsunami itu juga menghancurkan 114.464 rumah serta menyebabkan kerusakan parah 694.084 rumah lainnya di sejumlah frefektur.
Akibat rusaknya sejumlah reaktor nuklir PLTN Fukushima Daiici itu, menurut pegiat Yayasan Pemulihan Bencana Gempa Jepang Softbank Corporation, Yutaka Arai, banyak orang tua di Fukushima mengkhawatirkan efek radiasi bagi anak-anak mereka.
Bahkan tidak sedikit orangtua di Fukushima, satu dari tiga Prefektur terparah dihantam bencana disamping Miyagi dan Iwate, mengkhawatirkan produk makanan di daerah mereka karena takut akan efek radiasi bagi anak-anak mereka, katanya.
"Tingkat radiasi diumumkan pemerintah namun terserah para orangtua di Fukushima menginterpretasikan dampak tingkat radiasi itu," kata Arai kepada wartawan dari 10 negara Asia yang diundang Kementerian Luar Negeri Jepang untuk melihat langsung proses rekonstruksi pascabencana akhir Oktober lalu.
Apa yang disampaikan Yutaka Arai diamini Chieko Iitaka dan Kyoko Ueno, dua warga asal Kota Hirano di Frefektur Fukushima yang kehilangan pekerjaannya setelah bencana dan kini bekerja sebagai staf organisasi nirlaba Iwaki Center untuk membantu para korban yang menempati kompleks perumahan sementara bantuan pemerintah di kota Iwaki.
Chieko dan Kyoko mengatakan, mereka merasa aman tinggal di kota Iwaki yang berjarak sekitar 45 kilometer dari PLTN Fukushima Daiichi tapi, kalau mengingat masa depan anak-anak mereka, mereka ingin menetap lebih jauh lagi dari kota itu.
Kekhawatiran kedua ibu rumah tangga itu akan bahaya radiasi nuklir terhadap anak-anak mereka beralasan sebagaimana ditegaskan JRCS dalam laporannya tertanggal 31 Agustus 2011: "Karena adanya ketakutan akan radiasi nuklir, banyak anak di Fukushima kini dipaksa tinggal di dalam rumah."
Sejumlah tantangan lain yang menuntut aksi nyata pemerintah pusat, frefektur, dan kota serta berbagai pemangku kepentingan lainnya di Jepang adalah kondisi kesehatan dan psikis para korban bencana yang kini menempati rumah-rumah sementara yang dibangun pemerintah.
Seperti dikatakan Direktur Iwaki Center, Yoshikatsu Terui, rumah-rumah sementara tahan gempa yang dilengkapi dua kamar, dapur, peralatan masak-memasak, mesin cuci, kulkas, pendingin ruangan (AC), dan tabung gas ini tidak dapat menampung sebuah keluarga beranggotakan delapan orang.
"Akibatnya keluarga seperti ini harus dipisah ke dalam dua hingga tiga unit rumah sementara. Lalu, para orang tua yang sudah terbiasa bertetangga dengan orang-orang yang mereka kenal kini terpaksa bersebelahan dengan orang-orang yang asing bagi mereka."
Kondisi ini membuat mereka "merasa kesepian" dan bahkan ada di antara mereka yang "bunuh diri". "Ada di antara para orang tua yang hidup sendiri ini tidak makan dan mandi secara teratur sehingga mereka mudah jatuh sakit," katanya.
Hanya saja, kondisi di lapangan tidak mudah karena berkurangnya jumlah dokter berizin praktek dan spesialis kesehatan pascabencana karena tidak sedikit dari mereka yang pindah dari daerah bencana seperti Fukushima ke kota-kota lain di Jepang, kata Yoshikatsu Terui.(Oleh Rahmad Nasution)
Kamis, 03 November 2011
BELAJAR DARI KETANGGUHAN JEPANG HADAPI BENCANA
CHINA-ASEAN EXPO CERMINKAN GELIAT INDUSTRI CHINA Oleh: Nanang Sunarto
Nanning, Guangxi, 1/11(ANTARA) - Pameran Dagang dan Industri China-ASEAN (CAEXPO) yang diselenggarakan setiap tahun di kota Nanning, ibu kota Provinsi Guangxi, China menyiratkan semangat negara itu menggalang kerja sama regional sekaligus menunjukkan
kemampuan industrinya.
Dalam CAEXPO ke-8 yang berlangsung 21 sampai 26 Oktober tampil sekitar 5.500 stan mewakili 2.300 pengusaha, lebih separuhnya milik China dan selebihnya stan-stan dari 10 negara anggota ASEAN termasuk Indonesia menawarkan berbagai produk dan mata dagangan andalan mereka.
China tampil dengan aneka produk industri di stan-stan dalam anjungan (paviliun) yang dikelompokkan dari jenis produk masing-masing yakni paviliun komoditas dan perdagangan, kerja sama investasi, 'hi-tech' dan 'advance technology' serta paviliun perdagangan dan jasa.
Di keempat paviliun tersebut, stan-stan China menawarkan berbagai produknya mulai dari aneka perkakas elektronik rumah tangga, teknologi tenaga surya, bahan bangunan, mesin-mesin pertanian, teknologi pembibitan sampai ke mesin-mesin konstruksi berat.
Anjungan Investasi dan Kerja sama misalnya diisi dengan stan-stan yang mengetengahkan pengalaman perusahaan China menangani proyek-proyek di luar negeri.
Stan Grup Industri Baja China misalnya, menampilkan maket industri penambangan nikel yang sedang dikerjakannya di Tagaung, Myanmar, sementara stan lainnya mengangkat proyek pembangunan stadion nasional Tanzania dan sejumlah pekerjaan konstruksi di Angola, Mauritius
dan Uni Emirat Arab.
Di anjungan hi-tech, China dalam CAEXPO-8 unjuk gigi misalnya dalam penguasaan teknologi pembibitan dan pengendalian hama tanaman, teknologi untuk meningkatkan produktivitas tanaman apel atau untuk memperpanjang masa kesegaran buah kiwi.
Stan milik Universitas Guangxi memamerkan metode pembenihan ubi kayu yang telah berhasil menciptakan bibit unggul ZM93-16 yang dapat menghasilkan 75 ton lebih ubi kayu per hektare atau dengan tingkat produktivitas beberapa kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman normal.
Kemajuan industri China juga tampak di stan-stan lain misalnya dengan menampilkan alat-alat pertanian serbaguna, mulai dari mesin pengolahan tanah, tanaman sampai alat-alat pemanen, peralatan hemat energi, energi surya serta panel-panel pintu, aneka lantai keramik, mesin cetak dan mesin pengolah makanan.
Nanning yang merupakan ibu kota wilayah otonomi Guangxi dengan luas wilayah 22.293KM2 terletak di tepi bagian utara Sungai Yong dan sekitar 30 Km diantara pertemuan antara Sungai Yu dan Sungai Zuo
dan berjarak sekitar 160Km dari perbatasan Vietnam.
Dengan jumlah penduduk sekitar 6,6 juta jiwa, Nanning berhasil memperoleh berbagai penghargaan seperti Kota Istimewa Pengelolaan Lingkungan secara komprehensif,Kota Wisata Top China, Penghargaan
Habitat China, Penghargaan Internasional dalam Pengelolaan Terbaik Program Perbaikan Lingkungan dan Penghargaan "Scroll of Honour" Habitat PBB.
Saling berlomba
Sebagai tuan rumah, China yang tampil "all out" dalam CAEXPO-8, nuansa persaingan juga tampak di antara peserta dari negara-negara ASEAN yang berlomba-lomba menawarkan potensi mata dagangan
dan produk mereka.
Malaysia yang dalam CAEXPO-8 hadir sebagai mitra tuan rumah (Country of Honour) tampil dengan stan-stan yang memperagakan aneka produksi kelapa sawit, produk industri farmasi termasuk perawatan
kulit, obat-obat tradisional, kopi instan dan penganan dalam kemasan.
Selain produk-produk industri, negara jiran itu juga menampilkan produk-produk industri jasa seperti penanganan kargo (cargo handling), pusat pengobatan (medical centre),program pendidikan dan layanan jasa industri lepas pantai.
Stan-stan Myanmar antara lain menawarkan produk beras dalam kemasan dan hasil tenunan, Kamboja dengan produk minuman anggur lokal, sementara stan-stan Vietnam dan Laos banyak menawarkan industri kerajinan meubelair yang menampilkancorak dan seni ukir-ukiran masing-masing dan aneka pernak-pernik perhiasan wanita terbuat dari batu giok (jade).
Sementara Thailand yang sebagian wilayah negaranya dilanda banjir, stan-stannya lebih banyak menawarkan produk makanan olahan dalam kemasan, produk-produk perlengkapan rumah tangga,produk perawatan kulit dan industri garmen.
Filipina diwakili stan-stan yang menawarkan produk makanan olahan dalam kemasan khususnya terbuat dari pisang sesuai dengan posisi negara itu sebagai salah satu negara pengekspor pisang terbesar di dunia.
Singapura hadir di CAEXPO-8 dengan stan-stan yang mengandalkan penawaran jasa perbankan, sementara Brunei Darussalam menampilkan potensi industri produk makanan halal (halal Food) yang menjadi andalannya.
Pembukaan CAEXPO-8 yang acaranya disandingkan dengan Temu Puncak Bisnis dan Investasi China-ASEAN (CABIS-8 ) dihadiri oleh PM China Wen Jiabao, PM Malaysia Najib A Razak, PM Kamboja Hun Sen, Wakil PM Myanmar Tin Aung, Wakil PM Laos Somsavat, Wakil PM Thailand Kittirat Na-Ranong dan Wakil PM Vietnam Nguyen Xuan Phuc, sementara Indonesia diwakili Asisten Menteri Perdagangan Muchtar.
Sesuai tema CAEXPO-8 "tahun hijau dan proteksi lingkungan", tekad China-ASEAN juga tercermin misalnya dari seruan PM Malaysia untuk menggalang dan melakukan aksi bersama dalam mempromosikan penggunaan
teknologi yang lebih bersih dan menekan emisi bahan bakar fosil.
Tampil seadanya
Sementara itu, penampilan stan-stan Indonesia sejak CAEXPO-1 pada 2004, tidak banyak berubah termasuk jenis komoditas dan produk yang ditampilkan. Sebagian peserta bahkan hanya melakukan transaksi eceran saat berlangsungnya pameran, bukannya memanfaatkan kesertaan mereka untuk mencari peluang selanjutnya untuk ekspor.
Sebanyak 120 pengrajin atau pengusaha UKM Indonesia ikut ambil bagian dalamCAEXPO-8, sebagian besar menawarkan produk-hasil kerajinan kayu seperti topeng,patung, anyaman bambu, produk kulit dan perabotan rumahtangga (meubelair).
Ada juga stan yang menjajakan sarang burung walet, kopi dan mie instan, berbagai makanan kemasan seperti kripik singkong, dodol, minuman suplemen herbal dan pakaian atau hiasan batik.
Peserta Indonesia agaknya tidak memiliki sasaran atau misi yang jelas dalamdalam CAEXPO walaupun kesertaan mereka juga dibawa koordinasi Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) dan instansi terkait.
Pimpinan delegasi Indonesia di CAEXPO-8 Asisten Menteri Perdagangan Muchtar beralasan bahwa memang pihaknya hanya mengutamakan para pengrajin atau pengusaha UKM untuk ikut dalam
ajang promosi dagang ini.
"Kegiatan UKM melibatkan banyak orang, mulai dari pengrajin, penyedia bahan baku,sampai ke pedagang. Lagi pula, pengusaha besar biasanya sudah bisa mencari pasar atau calon pembeli sendiri, " kata Muchtar.
Sejumlah staf atau pejabat instansi terkait juga tampak datang ke pameran, bahkan misalnya saja tiga staf dari kantor dinas yang berbeda dari Pemprov Jawa Barat ikut "mengawal" tiga pengusaha propinsi itu yang ikut dalam CAEXPO-8.
Sejumlah peserta juga mengeluhkan tingginya biaya tiket pesawat dan akomodasi sebesar Rp15 juta pe orang yang dikenakan oleh biro perjalanan di Jakarta, padahal mereka berangkat berombongan dengan pesawat charter yang juga difasilitasi oleh pemerintah China.
Jika membayar tiket normal dengan pesawat reguler, menurut mereka, paling hanya ditarik biaya sekitar 400 dolar AS atau sekitar
Rp3,9 juta (Jakarta - Nanning pp) ditambah biaya akomodasi.
Mereka pasrah saja ikut dengan pesawat yang dicharter karena khawatir akan mengalami kesulitan, apalagi mereka tidak paham berbahasa Inggeris, apalagi berbahasa Mandarin.
Indonesia diwakili oleh Provinsi Papua Barat untuk paviliun "Cities of Charming" atau kota-kota simpatik dengan
anjungan berarsitek rumah adat setempat terbuat dari anyaman kayu dan bambu.
Pengunjung berdatangan untuk berpose dengan penabuh tifa di paviliun Papua Barat yang mengenakan pakaian tradisional,lengkap dengan hiasan rumbai-rumbai kepala terbuat dari bulu cenderawasih.
Sangat disayangkan, paviliun Papua Barat terkesan kosong-melompong, padahal semestinya bisa diisi misalnya dengan maket atau tersedianya brosur-brosur mengenai obyek wisata, alam setempat, produk-produk mata dagangan atau nilai-nilai kekhasan dan budaya wilayah itu.
Selain transaksi melalui penjualan, selama berlangsungnya CAEXPO-8 juga ditandatangani naskah proyek kerja sama baik untuk proyek-proyek domestik di Chihttp://www.blogger.com/img/blank.gifna maupun proyek kerjama di negara-negara ASEAN dengan nilai seluruhnya sebesar sekitar 16,3 miliar dolar AS atau kira-kira setara Rp143 triliun.
Dari 63 naskah kerja sama proyek-proyek internasional (di negara-negara ASEAN)yang ditandatangani nilainya mencapai 5,1 miliar dolar AS atau Rp47,6 triliun, sementara 87 proyek-proyek domestik China
bernilai 10,9 miliar dolar atau sekitar Rp96 triliun.
Sukses pemerintah China menyelenggarakan CAEXPO-8 dan CABIS-8 di Nanning mungkin bisa mengilhami Indonesia untuk mempromosikan perdagangan dan investasi intra ASEAN dengan menggelar even serupa di Jakarta atau di salah satu kota provinsi. selengkapnya lihat ke sini..
Rabu, 02 November 2011
Mengalir Apa Adanya
Sudah saatnya semua bisa menerima perbedaan
Sudah saatnya semua belajar akan perbedaan
Sudah saatnya semua dibiarkan mengalir
Nikmati saja
Yang disini tak jauh beda dengan aliran aliran sungai yang turun Kelembah
Yang disini tak jauh beda dengan aliran sang arus yang ingin mencapai
Sang Muara 
Aku berbeda , Kamu berbeda
Aku unik berasa , Kamu antik berada
Aneh..Aneh...tapi...nyata
Sang Kasih tak membuat sesuatu dengan sia sia
Perhatikan inti atom penopang jagat raya
Disitulah inti semesta
Belajarlah menjadi inti
Maka engkau akan bisa belajar menerima
Selasa, 01 November 2011
Apa Kata Hatimu ?!!?
Apa yang ingin kau katakan, katakan saja. Sebab kata-katamu adalah hatimu. Jangan pernah berkata sesuatu yang lain, selain apa kata hatimu. Meski terkadang kata hatimu, menjadi berubah. Sebab hati tak pernah sama hari ini, esok, atau lusa.
Seperti kehidupan di dunia ini, selalu berubah dan terus berubah. Namun dengarkan saja apa kata hatimu. Ia tak pernah bohong padamu. Bahkan ia tahu dirimu seperti apa? Seperti engkau mengenal hatimu sendiri. Ia begitu dekat denganmu, tanpa batas yang menutupi engkau dan hatimu.
Jadilah putih, meski putih bisa menjadi hitam. Dan pada masanya pun hitam dapat menjadi putih. Dengar, dengarkan apa kata hatimu. Bila menjadi putih, tetaplah putih meski putih dapat berubah menjadi banyak warna. Bila hitam, jangan menyesal karena hitam. Sebab hitam tak selamanya kelam.
Hati selalu dapat mengatakan segala sesuatu tanpa di tutup-tutupi oleh apa pun juga. Yang tahu adalah antara engkau dengan hatimu sendiri. Hati adalah putih. Ia akan berkata putih, bila engkau putih. Dan hati akan berkata hitam, bila dirimu hitam. Semua bergantung pada ucapanmu sendiri. Tak ada orang yang tahu bila engkau berdusta. Tetapi hatimu selalu tahu.
Hati ibarat sebuah cermin dalam dirimu. Tempat engkau selalu berkaca. Dapatkah, dirimu berbohong dengan hatimu sendiri? dapatkah engkau berdusta dengan hati kecilmu sendiri? Cobalah egkau berpikir barang sejenak. Kata hatimu tak pernah salah mau pun dusta. Ia akan selalu mengikutimu dan selalu mengerti siapa engkau yang sesungguhnya. Sebab dia adalah tempat menyimpan segala kata-kata, ucapan, dan perasaan dirimu. Dialah yang tahu isi hatimu dan apa kata hatimu.