Lagu ini sungguh cocok dengan keadaan aku saat ini.. Moga aku bisa menemukan Sang Pujaan hatiku, untuk selamanyaa... Amienn
Okeee.... Lanjut Ke TKP.... HHehee..
pernahkah kau merasa jarak antara kita
kini semakin terasa setelah kau kenal dia
aku tiada percaya teganya kau putuskan
indahnya cinta kita yang tak ingin ku akhiri
kau pergi tinggalkanku
tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
memang takkan mudah bagiku tuk lupakan segalanya
aku pergi untuk dia
tak pernahkah kau sadari akulah yang kau sakiti
engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
(walau tak bersama dia)
oh tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku
aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia...
Gimana , keren ?? pastinya....
ohy, lanjut ke video tuh, biar lebih afdolll... hheee..
Selasa, 08 November 2011
Aku Yang Tersakiti !! Judika
REMAJA AS KETURUNAN ASIA PALING SEDIKIT MENGGUNAKAN OBAT TERLARANG
Remaja keturunan Asia di Amerika Serikat tampaknya paling tidak terpengaruh oleh alkohol dan obat terlarang, demikian hasil sebuah analisis baru mengenai penyalahgunaan obat terlarang di kalangan remaja, Senin.
Hanya sekitar 18,9 persen remaja Asia dilaporkan menggunakan alkohol dibandingkan dengan 35,5 persen remaja kulit putih dan 24,8 persen remaja keturunan Afrika-Amerika, menurut hasil penelitian di Universitas Duke, North Carolina.
"Penggunaan obat terlarang mengikuti pola yang mirip," dengan remaja Asia berada di 11,7 persen, yang paling rendah apabila dibandingkan dengan remaja multi etnis (23,3 persen), remaja kulit putih (20 persen), dan kelompok remaha Afrika-Amerika (18 persen).
Sementara para remaja asli Amerika Serikat dilaporkan memiliki angka ketergantungan alkohol dan penyalahgunaan obat terlarang sekitar 37 persen dan 31 persen.
Analisis itu --yang diterbitkan dalam Jurnal Psikiatri Umum-- membantah data yang dikumpulkan pada 2005 hingga 2008 dari jajak pendapat nasional kepada 72, 561 remaja antara usia 12 hingga 17 tahun.
Dan Blazer, peneliti senior dalam penelitian itu, menyebut penemuan itu sebagai sebuah "peta jalan" yang dapat membantu pembuat kebijakan fokus "pada upaya untuk membawa remaja-remaja itu menjalani perawatan" atau menemukan mereka di tahap awal dan menghentikan mereka untuk mencoba.
KRISIS EROPA, APEC, DAN HIKMAH UNTUK INDONESIA
Awal hingga pertengahan November 2011 adalah hari-hari sibuk bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang harus berkeliling dari konferensi ke konferensi di berbagai belahan dunia.
Pada 3-4 November 2011, Kepala Negara berada di Benua Eropa untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di sebuah kota selatan Prancis yang terkenal oleh festival film bergengsi digelar setiap tahun, Cannes.
Pada 12 hingga 15 November 2011, Presiden yang selalu didampingi oleh Ani Yudhoyono dalam setiap kunjungan kerja ke luar negeri akan berada di sebuah pulau di Samudera Pasifik yang menjadi impian para turis sedunia untuk menghadiri KTT Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Honolulu, Hawaii.
Kunjungan kerja Presiden di Hawaii yang merupakan salah satu negara bagian Amerika Serikat itu akan dilanjutkan secara maraton ke Pulau Bali yang juga menjadi salah satu surga pariwisata dunia untuk menghadiri KTT ASEAN pada 17-19 November 2011.
KTT ASEAN di Bali juga akan dirangkaikan dengan KTT ASEAN+3 yang melibatkan Jepang, Korea Selatan, dan China, serta KTT Asia Timur yang menurut rencana akan dihadiri juga oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama serta Presiden Rusia Dmitri Medvedev sebagai mitra ASEAN.
Kesibukan Presiden itu setidaknya mencerminkan posisi strategis Indonesia dalam pergaulan internasional yang sekaligus menjadi anggota G20 (forum informal yang terdiri atas 20 negara maju dan berkembang dibentuk untuk mencari solusi krisis keuangan global pada 2008), APEC yang mengidamkan sebuah zona perdagangan bebas di kawasan Asia-Pasifik berlaku bagi 21 negara anggotanya pada 2020, serta Ketua ASEAN pada 2011 yang sedang mengejar cita-cita terbentuknya komunitas ASEAN pada 2015.
Presiden Yudhoyono dalam berbagai kesempatan selalu menekankan kerja sama internasional yang digalang Indonesia dengan negara-negara lain pasti mendahulukan kepentingan nasional. Ia juga menyatakan kehadirannya di setiap forum internasional pasti membawa misi kepentingan dalam negeri.
Dalam KTT G20 di Cannes yang baru saja berlalu, misalnya, Presiden mengingatkan agar krisis di Zona Euro jangan sampai melupakan tujuan besar dibentuknya forum tersebut, yaitu untuk menciptakan perekonomian dunia yang lebih stabil dan berimbang sehingga negara-negara berkembang juga bisa mendapatkan keadilan.
G20 juga bertujuan untuk mereformasi lembaga moneter internasional sehingga suara negara-negara berkembang bisa terwakili secara lebih adil dan berimbang. Namun, sayangnya tujuan itu sampai saat ini masih menjadi wacana meski KTT G20 telah digelar enam kali di berbagai negara belahan dunia.
Adalah sebuah kewajaran apabila G20 lebih fokus pada upaya mengatasi krisis zona Euro yang bermula di Yunani, kini telah merambat ke Italia, dan juga mencemaskan negara-negara pengguna mata uang Euro lainnya, karena G20 memang dibentuk untuk mencari solusi krisis keuangan yang bermula di negara-negara maju belahan barat.
APEC dan Cita-cita Perdagangan Bebas
Amerika Serikat yang akan menjadi tuan rumah APEC 2011 sampai saat ini juga belum pulih dari krisis finansial akibat longgarnya aturan main dan ketidaktransparan lembaga-lembaga keuangan dalam mengelola dana mereka. Negara adidaya itu sampai saat ini masih didera angka pengangguran yang tinggi dan juga masalah defisit anggaran.
Amerika Serikat sebagai tuan rumah APEC 2011 bertema "Seamless Regional Economy" itu seperti yang dikutip dari situs resmi APEC menginginkan konferensi tersebut dapat melahirkan ide untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja melalui peningkatan perdagangan dan arus investasi di kawasan Asia Pasifik.
Amerika Serikat pada tahun-tahun terakhir memang memperlihatkan minat tinggi untuk bekerja sama dengan negara-negara kawasan Asia yang saat ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi dunia. Nilai perdagangan Amerika Serikat dengan negara-negara Asia Pasifik saat ini tercatat lebih besar dibanding dengan negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa.
Pada 2011, diharapkan negara-negara anggota APEC dapat lebih fokus pada upaya memperkuat integrasi ekonomi guna mewujudkan kawasan perdagangan bebas Asia Pasifik sehingga nantinya berbagai tarif perdagangan dapat dihilangkan dan tidak ada lagi tarif-tarif baru yang akan muncul.
Sebuah penelitian telah dilakukan pada 2010 untuk mengetahui bagaimana kerangka kerja APEC dalam mengurangi tarif perdagangan diterapkan pada lima negara maju dan delapan negara berkembang di kawasan Asia Pasifik.
Hasilnya, pada 1994 hingga 2009, volume perdagangan negara-negara anggota APEC meningkat sebanyak 7,1 persen setiap tahun sedangkan nilai perdagangan intra negara-negara APEC meningkat sebanyak tiga kali lipat dalam periode yang sama.
Sedangkan investasi asing yang masuk dan keluar kawasan APEC tumbuh sebesar 13 persen pada periode 1994-2008. Nilai rata-rata tarif perdagangan di kawasan Asia Pasifik telah turun dari 10,8 persen pada 1996 menjadi 6,6 pada 2008.
Untuk itu, dalam setiap konferensi APEC digelar setiap tahun, para pemimpin negara-negara melontarkan pernyataan bahwa APEC telah berada pada jalur yang tepat guna mewujudkan stabilitas dan kemakmuran kawasan Asia Pasifik melalui perdagangan serta investasi yang bebas dan terbuka seperti yang dicita-citakan oleh para pendahulu mereka dalam Bogor Goals dideklarasikan pada 1994.
Sebuah Pelajaran
Namun, 17 tahun perjalanan setelah deklarasi Bogor Goals telah memberikan pelajaran bagaimana perekonomian dunia yang saling terjalin dan bergantung satu sama lain mudah sekali mendatangkan gelombang badai krisis.
Dengan sistem ekonomi yang terintegritasi di suatu kawasan, negara yang tidak sehat kondisi finansialnya dapat mudah sekali menularkan tetangga-tetangganya seperti yang terjadi di kawasan Zona Euro sekarang ini.
Krisis yang terjadi di belahan barat dunia itu tentunya layak dijadikan pelajaran bagi ASEAN yang sedang mengejar terbentuknya satu komunitas terintegritas pada 2015 dan juga tengah mengkaji kemungkinan penggunaan satu mata uang di kawasan Asia Tenggara.
Indonesia sudah mengambil pelajaran dari krisis moneter 1997/1998 bahwa satu-satunya kegiatan ekonomi yang masih bisa mempertahankan nyawa kala itu justru usaha kecil dan menengah yang basisnya adalah pelaku-pelaku usaha mandiri.
Dan Indonesia juga sudah belajar dari krisis keuangan global pada 2008-2009 yang seketika menciutkan volume perdagangan ekspor ke benua Eropa dan Amerika Serikat. Indonesia bisa mengatasi krisis yang baru saja terjadi itu karena perekonomiannya bertumpu pada pasar domestik yang besar dan tidak terlalu bergantung pada ekspor.
Namun, pasar domestik Indonesia yang menggiurkan banyak negara di dunia itu rentan sekali "terjajah" oleh barang-barang impor yang mengalir masuk dengan mudahnya akibat berlakunya perjanjian perdagangan bebas. Ketidaksiapan pemerintah dalam menghadapi perdagangan bebas ASEAN-China telah membuktikan kerentanan pasar domestik tersebut.
Konsumen yang akhirnya memiliki lebih banyak pilihan dengan iming-iming harga murah tidak bisa dipersalahkan dan kemudian hanya disuruh mencintai produk dalam negeri dengan slogan "100 persen Indonesia".
Jika sistem perekonomian dunia yang lebih stabil dan adil menjadi tujuan, perdagangan bebas dan terbuka adalah keniscayaan, serta Indonesia yang maju dan mandiri menjadi cita-cita yang harus dikejar, maka janji Presiden Yudhoyono untuk mengedepankan segala kepentingan bangsa dalam setiap forum kerja sama internasional harus menjadi kenyataan.
Senin, 07 November 2011
Bahasan Si Jomblo !!
Si A-> Broo.. elu yakin gk klo cwek tu lebih banyak dari cwok adalah pernyataan yg salah !!!??!
Si B-> Ahh.. masa sih, pembahasan lu udah kayak profesor aja..
Si A-> gw seriusss....
Si B-> Ya mana gw tau, itu kerjaan BKKBN ma BPS.. elu tanya aja, kan dia yg sering ngedata penduduk... lengkap di sana brapa yg mati dan brapa yg lahir.. termasuk jenis kelaminnya..
Si A-> Payah luuu.... gitu ja gx bisa jawab, padahal gw cuma ngetes lu doank !!
Si B-> maksud lu !?!?
Si A-> gampang aja... Lu lihat tu FB, pasti bnyakan Cwok yg ngejomblo dari pada cwek...
Si B-> huahahahaaaa,,,,, bisa aja lu !!itu mah karna elu jomblo aja bisa ngomong gitu, coba klo lu punya cwek, gx bakal ngomong gitu.. iya kan !??!
Si A-> hheheee... gx juga sih !! tapi gw bingung !!!
Si B-> napa lagi?!!
Si A-> kok bisa gitu ya !?! kan klo bnyak cwek dari pada cwok.. masi ada donk jatah kita !! jangan2..?!?!!
Si B-> elu ja kali, gw kagak... lu pikir daging kurban, pake jatah !! emg jangan2 napa ?!? jgn berburuk sangka... adk lu ada yg cwek tuhhh....
Si A-> justru itu, gw takut adk gw jadi korban...
Si B-> maksud lu paan sih ?!?!?!
Si A-> ke bayang gx sih lu !! gw takut di dunia ni.. pacarannya dah kayak ayam kawin !!
Si B-> $!(($#&$%#(&%?!?!
Si A-> BENGONG AJA LU... Paham kagak !?!
SI B-> kagak !! langsung ajalahhh....
si A-> gini ... lu lihat orang ternak ayam tu, gx ada bnyak kan jantan dari pada betina.. 5 ekor betina, cukup dia pelihara 1 ekor jantan...
Si B- Owwww..... maksud eluuuu..
Si A -> iyaaaa.... KAYAK ELU BRENGSEK....!!(merengut)
si B-> aaahhh.... iri aja lu !! iya ntar aku putusin satu.. klo lu mau, ambil aja..( huahahaaa)
Si A-> Najis dah gw ngambil bekas lu..
Si B-> dari pada lu jomblo !!
Si A-> mending gw jomblo kali... iya udah la, gw lapar ni.. makan yuk !?!?!
Si B-> ukeee.....